( A Feeling I got when I listen to ‘Cruisin’ by Sioen for the 20th times)
Ada sesuatu tentang musik yang membuatku selalu bertanya-tanya. Bagaimana mendengar rangkaian bunyi dan nada dari gesekan biola saja bisa membuat perut dan dadaku mengejang, seperti ada senar tipis yang mengikatnya kuat-kuat.
Bagaimana musik membuat kita berada pada titik dimana kita hanya bisa [...]
Archive for the ‘afterfeels’ Category
SESUATU TENTANG MUSIK
Posted in afterfeels on June 10, 2008 | Leave a Comment »
A Stupid Conversation About Love
Posted in afterfeels, tagged percakapan imajiner on June 7, 2008 | Leave a Comment »
“ Love is a misery
And I’m looking for a cure
For my fool thought
That fills my head “
“ It’s just a phase. It’ll pass.”
“ Who said I want it to pass?”
“ You don’t?”
“ I don’t know.”
“ Then it’ll get worse. You need to cure it as fast as possible.”
“ I thought fallin in love is [...]
Kalau Saja
Posted in afterfeels, tagged Kawabata vs SGA on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Kalau saja Kawabata wanita
Aku jatuh seperti dirinya
Pada cinta terhadap lelaki yang tak pernah ada
Tapi aku toh lebih mirip Seno Gumira Ajidarma
Yang mengira dengan senja semua telah cukup
Untuk menghentikan waktu, mencuri nalar yang terpagut
Saat menapak pada pantai itu
Mengeluarkan pisau saku
Mencongkel hatiku alih-alih memotong senja dalam bujur sangkar yang sempurna
Kalau saja,
Kawabata memang wanita
Dan senjaku sama dengan senja [...]
DEMAM DI KALA HUJAN
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | 1 Comment »
Hujan sore ini adalah pola-pola dekoratif yang membingungkan
Juga lukisan abstrak yang seenaknya
Mungkin karena aku demam
Ketika ia berada di sana, duduk beberapa meter jauhnya,
Ia begitu asimetris
Hanya pola yang berpusing di kepala
Berusaha menangkap jelas bentuk yang paling nyata
Tapi semuanya hanya serupa gasing yang berputar
Awan mendung yang panas
Perasaan rindu pada tetes hujan di pujuk daun
Suara gelak tawanya [...]
SENJA SEPI PADA SEONGGOK HAMBA
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Aku lelah, kotor, dan menyerah
Menapak pada jalan berbatu
Basah oleh pasrah dan kabut
Senja yang turun
Suara yang selalu sama, memanggil
Merengkuh gigil
Menyekap marah, tak berdaya
Sepi yang menyesak
Seperti deretan lampu jalan yang mengabur di malam hari
Senja begitu sepi seperti aku
Merindu
Mendesak, ingin bertemu
Air yang merebak
Memanas pada pipi dan tekak
Kala-Mu memanggilku
Aku seonggok hamba pada senja itu
Pelan, berjalan pasti kepada-Mu
Kembali [...]
TERJAGA DI TENGAH MALAM
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Kesepian itu ada
Ketika kamu terjaga di tengah malam
Dan memikirkan hal-hal yang tidak ada
Dan suara-suara dari luar
Membuat telingamu sakit
Hingga kau ingin menempelkan bara api
Dan mengganti sakit itu dengan luka melepuh
Kesepian itu masih mengada
Saat kau mencoba memejamkan mata dan menutup kesadaran
Sementara kau masih bisa merasa
Ada yang samar-samar berjalan berkeliling
Melompati tiap kotakan ubin
Mengisi tiap pojokan dinding
Dan membuatmu [...]
ANTARA MENULIS DAN MENANGIS
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Aku menulis
Karena hatiku berhenti bicara
Dan aku sedang berusaha
Membuatnya kembali berkata-kata
Aku masih menulis
Karena hatiku kini menangis
Dan aku tidak tahu harus memberikan Kleenex
Atau ikut menangis saja bersamanya
Aku masih saja menulis
Karena aku sudah mengusahakan segala cara
Tapi mataku tak juga mengucap kata
Dan mulutku tak juga mau menangis
Apakah aku harus berhenti menulis,
Dan berkata-kata alih-alih menuliskannya?
Atau sebaiknya aku mulai menangis,
Dan [...]
YANG AKU TAHU
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Yang aku tahu tentang kamu bisa memenuhi satu buku
Sembilan buku yang lain berisi hal-hal yang tidak aku tahu
Yang aku tulis tentang kamu bisa menghabiskan sebotol tinta
Delapan botol yang lain habis untuk hal-hal yang tidak seharusnya aku tuliskan
Yang aku sukai darimu bisa mengisi edisi bundel teka-teki silang
Yang kubenci darimu bisa mengisi tujuh bundel lain teka-teki di [...]
DI PERSIMPANGAN JALAN
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Kaki kiri menolak berbelok ke kanan
Kaki kanan menolak berbelok ke kiri
Jatuh luruh, terpelanting
Kaki menjelma tanaman sulur
Saling ikat, membetot, terpilin
Yang kanan
Yang kiri
Di persimpangan jalan
Yang tinggal hanya pilihan menjadi
LABIRIN
Posted in afterfeels on June 7, 2008 | Leave a Comment »
Ada labirin dalam ingatan
Jernih menggelantang
Terpasung
Larung