Kalau saja Kawabata wanita
Aku jatuh seperti dirinya
Pada cinta terhadap lelaki yang tak pernah ada
Tapi aku toh lebih mirip Seno Gumira Ajidarma
Yang mengira dengan senja semua telah cukup
Untuk menghentikan waktu, mencuri nalar yang terpagut
Saat menapak pada pantai itu
Mengeluarkan pisau saku
Mencongkel hatiku alih-alih memotong senja dalam bujur sangkar yang sempurna
Kalau saja,
Kawabata memang wanita
Dan senjaku sama dengan senja Seno Gumira Ajidarma
Mungkin lelaki itu memang tak pernah ada
Atau pernah ada
di suatu masa
Dimana senja tak pernah kenal
Kawabata, Seno Gumira Ajidarma
Dan aku
Maka aku hanya mengenali lelaki itu
dari jejaknya di pasir pantai
yang keemasan,
pada senja yang merah tua
lalu menghitam
Kalau saja,
Lelaki itu tak pernah ada
Senja tak pernah tiba
Dan aku hanyalah aku
Bukan Kawabata
Bukan Seno Gumira Ajidarma
Hanya aku dalam senja yang sederhana
tak semerah biasanya